muhammad rafqi.afina candarini

satu dari benang merah maya yang kami bangun bersama..

Ulurkan untukku.. October 19, 2009

Filed under: Uncategorized — rafaira @ 11:12 pm

Aku tidak mengerti, aku tersesat..
Karena aku diam.
Karena aku takut..
Karena aku mengalah..
Karena aku berlari menjauh..

Andaikan ada jembatan untuk kembali, kan kubeli dengan semua hartaku..

Aku tak berani melihat..
Karena waktu itu berjalan..
Karena Dia menghitungku..
Karena aku selalu sembunyi!

Andaikan ada lorong yg bisa kupakai bersembunyi, kan kugali sekuat tenagaku..

Kecewa..
Takut..
Menyesal..
Mana jalanku? Jembatan atau lorong?

Tolong, aku butuh bimbinganMu..

 

anugerah. August 9, 2008

Filed under: Uncategorized — rafaira @ 3:20 pm
Tags:

diam. mungkin itu adalah yang terbaik dibandingkan kata-kata sayap.

bungkam. terkadang mampu membuat semua lampu alam memadamkan cahayanya.

sunyi. terdiri dari senyap dan udara hampa hingga sesak nafasku dibuatnya.

mana yang disebut lampu kota?

mana yang disebut gemercik hujan?

mana yang disebut ketenangan jiwa?

bertanya-tanya aku pada surya, jawaban yang kudapat adalah teriknya.

bertanya-tanya aku pada langit. jawaban yang kudapat adalah hujannya.

bertanya-tanya aku pada bulan, jawaban yang kudapat adalah sinarnya.

aku akan terus bertanya-tanya sepanjang waktuku selagi aku bisa.

terima kasih yaa Allah…

afinacandarini.